banner 728x250

Wabup Rumaksi Buka Kegiatan Literasi Keuangan dan Pelatihan UMKM

  • Share
banner 468x60




LOMBOK TIMUR | FMI.COM – Literasi keuangan penting sebagai keterampilan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan secara individu.

Bahkan, literasi keuangan penting untuk perlindungan konsumen, peningkatan inklusi keuangan dan pemberdayaan masyarakat.


Hal itu disampaikan Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi Sj, saat membuka acara literasi keuangan dan pelatihan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bersama PT. Bank NTB Syariah dan Pengurus Cabang Muslimah Nahdlatul Ulama (MNU) di Ballroom Kantor Bupati.

Menurut orang nomor dua di Lombok Timur ini, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 38,03 persen dan indeks keuangan sebesar 76,19 persen. Terlebih melihat angka literasi keuangan syariah.

“Melihat literasi keuangan syariah yang hanya berada di angka 8,93 persen atau hanya 9 dari 100 orang dewasa yang mengenal produk keuangan syariah dengan baik,” ujarnya, Kamis 9 Juni 2022

Hal itu, menurut dia berdasar pada hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan tahun 2019.

Wabup menilai kondisi itu belum difahami oleh masyarakat umum, baik dari karakteristik produk maupun layanan jasa keuangan yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan formal.

Selain itu, Wabup juga menyorot perkembangan teknologi di sektor keuangan yang seharusnya dibarengi dengan peningkatan keterampilan dan kemampuan dalam mengelola keuangan.

Hal itu menurut Wabup, supaya masyarakat tidak terjebak dan tertipu hanya karena perbedaan sistem keuangan yang diterapkan.

“Kita sering mendengar ada saja masyarakat yang tergiur pada investasi bodong, terutama ibu-ibu banyak yang tergiur dan berhutang, mereka diiming-imingi keuntungan yang berlipat ganda yang akhirnya tertipu secara nyata,” ujarnya.

Ia menilai kolaborasi antara MNU dan Bank NTB syariah sangat tepat untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat.

Disebutnya, kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kinerja UMKM untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyebut bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat adalah memberikan bantuan pinjaman modal kepada UMKM.

Menurutnya, jika diberikan secara cuma-cuma seringkali usahanya tidak berhasil.

“Mengingat pola pikir masyarakat, jika pemerintah memberikan bantuan uang, mereka tidak pernah berpikir untuk mengembangkan usahanya,” tuturnya.

Ia berpesan kepada para peserta supaya mengembangkan keterampilan dengan sungguh-sungguh untuk mengembangkan kesejahteraaan keluarganya.


“Paling tidak untuk ekonomi yang lebih baik, entah secara pribadi maupun berkelompok,” pungkasnya.

Kegiatan yang merupakan kerja sama pengurus cabang muslimat NU Kabupaten Lombok Timur dengan Bank NTB syariah tersebut diikuti 80 orang peserta termasuk UMKM.***

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: