banner 728x250

PT Restu Agropro Jayamas Gelar Panen Raya Jagung R7 bersama Petani, Distanbun NTB Berikan Apresiasi

  • Share
banner 468x60



LOMBOK TENGAH | FMI.COM – Panen Raya jagung jenis R7 digelar oleh PT Restu Agropro Jayamas di Longtun Waterpark, Kecamatan, Kopang Kabupaten Lombok Tengah, Rabu 10 Agustus 2022.

Nampak hadir pada acara tersebut yakni Kepala Dinas Pertanian NTB, Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, Kapolsek kopang, Danramil Kopang, dan Direktur Bank NTB Syariah.

Acara panen raya jagung jenis R7 ini digawangi oleh PT Restu Agropro Jayamas, bersama masyarakat dan petani setempat.

Karena keberhasilan perusahaan dan para petani mengembangkan bibit jagung R7, Kepala Dinas Pertanian NTB, H. Fathul Gani memberikan apresiasi.

“Kita Apresiasilah Ikhtiar yang dilakukan oleh temen-temen perusahaan,” kata Fathul Gani

Fathul sapaan akrabnya menjelaskan, kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi kemitraan antara perusahaan, pemerintah, Bank NTB Syariah dan para petani.

Sementara Direktur PT Agropro Jayamas Dedy Supriadi menyampaikan secara historis bahwa bibit jagung R7 dibuat secara lokal di Indonesia.

Karena menurutnya, iklim dan jenis tanah Indonesia sangat strategis untuk di tanam serta cepat bisa beradaptasi.

“Jagung kita masih punya ketahanan yang baik, itulah satu keunggulannya,” kata Dedy

Ia juga menyampaikan ada beberapa varian hibrida bibit jagung R7 diantaranya ada Ultimate, Gold Dan Red.

Masing-masing varian ini memiliki spesifikasi, misalnya saja Red dapat bertahan di lahan kering atau Gold yang mana sekitar 105 hari butir jagungnya sudah mengeras dan kalau di pipil Tidak pecah. Sehingga petani kalau mengejar panen, yang biasanya pada Februari belum panen, tapi bisa panen duluan, waktu relatif.

“Dia bisa ngejar hasil, ngejar harga, jadi kita punya varian Gold atau Red itu bisa untuk ngejar panen perdana,” ungkap Dedy

Kemudian untuk mengetahui produk apa yang tepat untuk ditanam di musim dan wilayah itu.

“Kita ada program agronomis, jadi memang ada tim kita untuk selalu mengambil informasi setiap varian yang di tanam tadi di lokasi itu, sehingga kita semakin paham masalah kesesuaian Hibrid apa yang sesuai disana,” katanya menabahkan

PT Restu Agropro Jayamas juga melakukan pembinaan terhadap petani sebagai bentuk komitmen dalam bermitra dengan petani, mulai dari penanaman, perawatan hingga panen dan membalinya kembali.

Program yang lain juga sudah mulai digalakkan seperti program bembiayaan tunas IB amanah dengan bank NTB Syariah.

“Dan disitukan bukan kita nanam, kita pergi, kita bantu petani untuk dapat pembinaan, pembiayaan melalui bank NTB Syariah, kita selaku off taker, petani akan kita beri sarana produksi seperti bibit, pupuk, racun dan kemudian saat budidaya pasti kita ada disana,” jelas direktur PT Restu Agropro tersebut

“Kita ngga mau gagal kan? Kalau gagal siapa yang mau bayar pinjaman tadi, setelah panenpun kita akan beli pipilannya” katanya


Ditempat yang sama Direktur PT. BANK NTB Syariah mengatankan fungsinya sebagai Pihak pemangku anggaran menjadi mediator, untuk membantu penyaluran Pembiayaan Jika nantinya para petani membutuhkan biaya produksi.

“Bentuk penyaluran sesuai apa yang menjadi Tujuan pembiayaan, tentu pembiayaan berkualitas,” cetusnya

Terkait Pembiayaan ini pihak Bank dan nasabah tujuannya untuk sarana produksi, dan akan lebih bagus bila penyaluran pembiayaannya melalui kerjasama pada pihak ke 3, ini langkah dan upaya bank membayarkan Bibit, Pupuk, dan racun supaya bisa membantu petani lebih ekonomis.

“Prinsip bank itu jual beli dengan Nasabah, kami akan Lakukan itu lalu serahkan,” ucapnya

Adapun mengenai Nasabah dan pihak Bank NTB syariah ada ketentuan otoritasnya, pihak bank tidak bisa memberikan kepada Nasabah yang memiliki cacatan buruk di perbankkan. Tentu nasabah-nasabah yang tidak memiliki cacatan buruk yang bisa diberikan pembiyaan oleh pihak bank sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Tentu pola pengajuan kepada masyarakat tani jagung harus berkelompok, namun mekanisme nya kita berikan Perorangan,”tutupnya

Sedangkan pengakuan masyarakat petani, yang bergabung dengan R7 diberikan pinjaman bibit tanpa biaya.

Ketua kelompok petani itu juga menyampaikan terimakasih kepada PT Restu Agropro Jayamas karena telah di pertemuan dengan Bank NTB Syari’ah dan diterima tapi menitnya masih kurang karena hanya berkisar 12 juta per 1 Ha.

“Masih minim kami diberikan hanya satu hektar itu cuma 12 juta,” ungkapnya

Ia juga menyampaikan upah buruh itu terlalu tinggi pupuk juga pupuk juga terlalu mahal.

“Subsidi juga kita dikasih hanya terbatas, satu hektar itu cuma dikasih kurang lebih satu kuintal, dan harapan kami itu subsidi dihapus total, jangan ada subsidi karena terbatas sekali,” imbuhnya

Dia juga berharap apabila subsidi di hapuskan petani berharap dinaikkan harga hasil panen petani. Selain itu juga para petani meminta bantuan berupa alat produksi modern.

“Dari dulu sampai sekarang kami masih pakai alat manila pak, ingin kita maju pake alat-alat modern tapi kita tidak mampu untuk membelinya,” tutupnya***

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: