Menaker Sebut Anjani Salah Satu Dari 450 Desa Migran Produktif di Indonesia

  • Share

LOMBOK TIMUR | FMI.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melaksanakan pusat kegiatan peringatan hari migran sedunia yang jatuh pada Minggu 18 Desember 2022, di kabupaten Lombok Timur.

Agenda pertama menaker Ida Fauziyah di Lombok Timur yakni berkunjung dan berdialog dengan keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) Desa Anjani, kecamatan Suralaga.

Dari informasi yang dihimpun, Anjani merupakan satu dari 450 Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang ada di Indonesia.

Menteri Ida yang disambut Sekertaris Daerah Lombok Timur HM. Juaini Taofik pada kesempatan tersebut mengingatkan masyarakat maupun calon PMI, bahwa bekerja ke luar negeri merupakan pilihan kesempatan kerja yang dapat dipertimbangkan.

Akan tetapi, jelas dia, pilihan tersebut diambil setelah benar-benar siap, termasuk memahami risiko yang dapat timbul.

Menteri Kemenaker menyarankan kepada masyarakat yang berminat mempersiapkan diri dengan kompetensi dan dokumen lengkap, juga informasi sebanyak-banyaknya, baik melalui pusat layanan migrasi di kantor desa, ataupun melalui Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) atau Dinas Tenaga Kerja.

“Jalur prosedural adalah langkah untuk memberikan jaminan, baik diri sendiri maupun keluarga yang akan di tinggalkan,” tukasnya

Terkait Desmigratif, Menteri Ida Fauziyah menyebut keberadaannya memberikan manfaat, baik bagi desa penerima maupun desa-desa di sekitarnya, utamanya memberikan upaya perlindungan maksimal bagi para PMI, sebelum hingga setelah bekerja.

Sebab itu, ia meminta semua elemen, khususnya pemerintah hingga tingkat desa dapat bekerja sama untuk menjalankan peran sesuai kewenangannya.

Menaker yang juga menyapa anak-anak pekerja migran di tempat itu menyebut Pemerintah terus memperkuat salah satu pilar Desmigratif yaitu community parenting.

Community parenting ini, jelas dia, dimaksudkan memberikan pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat bahwa pendidikan anak tidak hanya didapat dari orang tua biologisnya. Masyarakat juga memiliki kewajiban secara bersama-sama mengasuh anak tanpa melihat status biologisnya, terutama kepada anak PMI. “Tujuannya agar pendidikan mereka tidak terbengkalai selama ditinggal orang tuanya bekerja ke luar negeri,” ujarnya

Sementara Sekda Juaini Taofik pada kesempatan itu menyampaikan terima kasihnya atas kehadiran Menaker, juga keberlangsungan program Desmigratif di Lombok Timur. Ia juga berharap ke depan pelayanan kepada pekerja migran dapat terus ditingkatkan.

Menaker Ida selanjutnya menghadiri puncak peringatan yang berlangsung di balai pelatihan vokasi dan produktivitas (BPVP) Lombok Timur.

Pada acara tersebut ia menyerahkan sejumlah penghargaan, diantaranya penghargaan Indonesia Migrant Worker Awards kepada Pemda Lombok Timur sebagai Satuan Tugas Pelindungan Pekerja Migran Daerah Asal Pekerja Migran Indonesia Terbaik dalam Layanan Perlindungan Pekerja Migran.****

  • Share
Exit mobile version