Cegah Stunting Lewat GETAK MAKO, Desa Sakra Selatan Diverifikasi Tim Pusat - Fokusmediaindonesia
LOMBOK TIMUR

Cegah Stunting Lewat GETAK MAKO, Desa Sakra Selatan Diverifikasi Tim Pusat

×

Cegah Stunting Lewat GETAK MAKO, Desa Sakra Selatan Diverifikasi Tim Pusat

Share this article

LOMBOK TIMUR  | FMI – Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, masuk nominasi nasional sebagai Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026.

Masuknya Sakra Selatan dalam nominasi nasional tersebut ditandai dengan kedatangan Tim Verifikasi Lapangan dari pemerintah pusat, Kamis (24/9/2026).

Tim yang terdiri atas Direktorat Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan (PSBLDP) Kementerian Desa dan PDT serta Kemenko PMK itu diterima langsung Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, di Kantor Desa Sakra Selatan.

Wakil Bupati Edwin mengatakan, kehadiran tim verifikator menjadi penyemangat bagi Lombok Timur untuk memperkuat komitmen penanganan stunting. “Dalam membangun manusia diperlukan ketelatenan dan inovasi,” ujarnya.

Salah satu inovasi yang disorot adalah GETAK MAKO (Gerakan Tolak Merarik Kodek) yang diinisiasi Desa Sakra Selatan untuk mencegah pernikahan anak di bawah umur, yang menjadi salah satu faktor utama penyebab stunting.

Menurut Wabup, proses penilaian ini bukanlah titik akhir, melainkan awal untuk keberlanjutan program. Praktik baik dari Sakra Selatan akan direplikasi ke desa-desa lain di Lombok Timur.

Ketua Tim Penilai, Aprilia Kurnia Dewi, menjelaskan bahwa tim tidak hanya menilai, tetapi juga mempelajari praktik baik yang telah dilaksanakan desa.

Ia menekankan, keberhasilan penanganan stunting tidak hanya dilihat dari kelengkapan administrasi, tetapi dari keterlibatan aktif kader posyandu, PKK, KPM, TP3S kecamatan, dan masyarakat.

Penilaian juga menitikberatkan pada integrasi penganggaran stunting, optimalisasi pelayanan ibu dan anak, serta partisipasi masyarakat. Ia pun mengingatkan pentingnya kolaborasi berjenjang dari desa hingga pusat.

Kegiatan dilanjutkan dengan penelusuran dokumen dan verifikasi lapangan.

Turut hadir Tim TP3S Provinsi NTB, para Kepala OPD Lotim, Forkopimcam Sakra, kepala puskesmas, UPT Dikbud, UPT Dukcapil, kepala desa, Ketua BPD, kader posyandu, serta tokoh agama, masyarakat, adat, dan pemuda setempat.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *