LOMBOK TENGAH | FMI – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PB NWDI) TGB. Muhammad Zainul Majdi menerima ikrar penyerahan Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat dari pimpinan sebelumnya.
Penerimaan itu disampaikan TGB melalui akun media sosialnya. Ia mengatakan telah banyak menerima masukan dari para wali santri, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar terkait upaya pembenahan pondok ke depan.
“Kemarin saya menerima ikrar penyerahan pesantren Abul Barokat Wannafahat dari pimpinan sebelumnya. Alhamdulillah, banyak masukan dari para wali santri, pemerintah desa dan masyarakat sekitar pondok terkait dengan upaya pembenahan ke depan. Saya mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar pondok pesantren yang berprestasi ini dapat terus berkembang,” tulis TGB, dikutip Minggu (27/9)
Dalam pernyataannya, TGB juga menyoroti serius dugaan kasus pelecehan seksual yang dialami santriwati di pesantren tersebut. Ia secara tegas mendorong aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus tersebut.
Menurut TGB, pelecehan adalah bentuk pengkhianatan luar biasa terhadap amanah pendidikan dan keagamaan.
“Saya mendorong penegak hukum untuk menuntaskan dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh santriwati. Pelecehan adalah satu penghianatan luar biasa terhadap amanah. Keadilan harus ditegakkan. Para korban harus dilindungi. Yang terbukti melakukan kejahatan harus dihukum. Tidak ada tempat untuk segala bentuk kekerasan di pondok pesantren,” tegasnya.
Pernyataan TGB ini menjadi sinyal kuat komitmen PB NWDI untuk melakukan pembenahan menyeluruh di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, sekaligus memastikan perlindungan terhadap santri dan penegakan keadilan tanpa kompromi.***













