LOMBOK TIMUR | FMI — Masyarakat Desa Tetebatu Selatan, Kecamatan Sikur menyatakan penolakan tegas terhadap penggunaan sumber mata air milik warga untuk keperluan operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lingga Putri yang berlokasi di Dusun Lingkung Selatan, Desa Tetebatu Induk.
Menurut Ketua BPD Tetebatu Selatan, Uncle Kus, penolakan muncul setelah warga mendapati pengelola dapur menggunakan mesin pompa untuk mengambil air dari sumber pipa mata air warga.
“Padahal warga sendiri sudah berhari-hari mengalami kelangkaan air bersih,” ujar Uncle Kus kepada media ini, Jumat (11/9/2026).
Warga mengetahui adanya aktivitas pengambilan air setelah Kaur Desa melaporkan adanya kegiatan mencurigakan di lokasi dapur.
Mendapat laporan itu, warga bersama BPD dan perangkat desa langsung menuju lokasi.
“Sesampainya di tempat, kami mendapati dua mesin pompa sedang beroperasi mengambil air dari sumber mata air yang selama ini menjadi tumpuan kebutuhan air bersih warga Tetebatu Selatan,” ungkapnya.
Uncle Kus mengatakan suasana sempat memanas. Warga kesal karena pompa air milik SPPG diduga menguras air bersih, sementara warga sudah beberapa minggu kesulitan mendapatkan air, bahkan aliran ke rumah-rumah tidak mengalir.
Upaya tindakan langsung dari warga berhasil diredam oleh Perangkat Desa dan BPD agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami tidak keberatan jika air digunakan untuk masjid, mushola, atau kepentingan umum. Tapi ini untuk keperluan operasional dapur, sementara kami sendiri kesulitan air. Bagaimana mungkin air kami diambil untuk kepentingan lain sementara kami sendiri kekeringan,” tegasnya.
Permasalahan semakin rumit karena lokasi dapur berada di wilayah Desa Tetebatu Induk, sedangkan sumber air yang digunakan berada di wilayah Desa Tetebatu Selatan.
“Kami sudah beberapa minggu kesulitan air. Setelah dicek ternyata ada mesin yang menyedot dari pipa warga,” ujarnya.
Warga menuntut agar aktivitas pengambilan air yang menyebabkan gangguan distribusi ke rumah-rumah segera dihentikan.
Mereka juga meminta pengelola SPPG Lingga Putri bertanggung jawab dan mencari sumber air alternatif agar tidak lagi merugikan ribuan warga pengguna air bersih di dua dusun, yakni Lekong Pituk Utara dan Selatan. ***












