LOMBOK TIMUR | FMI – Aksi demonstrasi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gunung Rinjani (UGR) di depan Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (28/10) memanas. Mobil dinas Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, sempat dihadang massa aksi.
Penghadangan terjadi saat massa aksi berorasi menyampaikan tuntutan. Massa yang melihat kedatangan mobil dinas bupati dari arah timur berusaha menghentikan laju mobil dinas yang ditumpangi Haerul Warisin.
Namun upaya tersebut dihalangi aparat penegak hukum yang tengah bertugas mengamankan jalannya demonstrasi. Ketegangan antara massa aksi dengan polisi pun sempat terjadi.
Bupati yang berada di dalam mobil dinas enggan turun menemui massa aksi. Ia lebih memilih meninggalkan lokasi dan massa yang tengah menyampaikan orasi.
Kendati ditinggalkan, massa aksi tetap melanjutkan orasinya. Tak lama setelah itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur menemui massa aksi.
Dalam aksinya, massa BEM UGR mendesak pemerintah daerah untuk hadir dalam penyerapan produktivitas petani serta menstabilkan harga jual hasil panen petani.
Selain itu, mereka mendesak pemerintah daerah untuk segera menertibkan Galian C yang berdampak buruk bagi sektor pertanian dan menyebabkan alih fungsi lahan produktif petani.
“Kami minta pemerintah daerah untuk segera menertibkan Galian C yang berdampak buruk bagi sektor pertanian dan menyebabkan alih fungsi lahan produktif petani,” teriak massa aksi dalam orasinya.
Mereka menilai aktivitas Galian C merusak lahan pertanian, mengganggu irigasi, dan mengancam keberlanjutan lahan produktif yang menjadi sumber penghidupan petani.
Massa juga mendesak pemerintah daerah untuk mendorong Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Timur melakukan pemutakhiran dan akurasi data kembali guna memastikan kevalidan desil masyarakat Kabupaten Lombok Timur.***













