LOMBOK TIMUR | FMI – Ratusan massa pendukung mengantarkan Syamsul Hadi mendaftar sebagai calon Kepala Desa Gelora, Kecamatan Sikur, ke sekretariat panitia Pilkades 2027. Langkah ini menandai babak baru perjuangan politik di wilayah tersebut melalui semangat kebersamaan, Kamis (23/10/2026).
“Berawal dari keinginan dan permintaan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Desa Gelora, khususnya warga Dasan Tinggi dan Gerami,” ujarnya.
Didampingi ibu dan istrinya, keputusan Syamsul bertarung lahir dari desakan kuat para tokoh masyarakat serta kalangan pemuda setempat. Tokoh-tokoh ini menilai Syamsul memiliki kepemimpinan tepat untuk memajukan tatanan desa yang mandiri.
“Kami ingin membawa perubahan nyata yang diinginkan oleh seluruh lapisan warga,” katanya.
Syamsul menekankan pentingnya peran pemimpin dalam menggali potensi lokal tanpa menggantungkan harapan penuh pada alokasi dana desa semata. Kepala desa harus jeli melihat peluang ekonomi serta kreatif mengolah aset wilayah secara mandiri.
“Pembangunan desa tidak melulu soal besaran alokasi transfer anggaran dari pemerintah daerah maupun pusat,” jelasnya.
Tata kelola kepemimpinan yang progresif jauh lebih menentukan keberhasilan ketimbang besaran anggaran semata. Seorang kepala desa dituntut berani keluar dari zona nyaman dan sigap membangun relasi seluas-luasnya demi kemajuan wilayah.
“Seorang kepala desa tidak boleh hanya duduk diam di kantor menjalankan rutinitas administratif semata,” tegasnya.
Orientasi kerja pemimpin harus berfokus turun ke lapangan untuk mendengarkan keluhan warga secara langsung. Langkah proaktif menjemput peluang ke tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat krusial demi mengalirkan bantuan investasi dan percepatan infrastruktur.
“Semua upaya tersebut dilakukan demi meningkatkan taraf hidup seluruh lapisan masyarakat desa secara berkesinambungan,” terangnya.
Guna menjaga stabilitas situasi daerah, tokoh pemuda Desa Gelora, Ahmad, turut memberikan pandangannya terkait kondusivitas wilayah selama proses pesta demokrasi pesta rakyat ini berlangsung. Keharmonisan antarwarga harus tetap menjadi landasan utama masyarakat.
“Perbedaan pilihan politik dalam Pilkades merupakan hal yang lumrah, namun persatuan warga harus tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Ahmad berharap perhelatan Pilkades Gelora dapat berjalan berwibawa serta mampu mencerdaskan para pemilih di seluruh tingkatan. Demokrasi yang berkualitas dipastikan melahirkan pemimpin legitimate yang didukung penuh oleh warga.
“Masyarakat saat ini makin kritis serta tidak mudah tergiur iming-iming politik uang saat menentukan pilihan,” katanya.
Kesadaran warga yang makin tinggi terhadap masa depan desa menjadi modal utama menciptakan pemilu yang adil dan bersih. Ia mengingatkan bahaya politik uang yang merusak tata kelola pembangunan desa dalam jangka panjang.
“Amplop hanya isinya 100-200 ribu tetapi 8 tahun kita menderita,” pungkasnya.













