Terkendala Pencairan Banper, 7 dari 13 Dapur MBG di Jerowaru Lombok Timur Lumpuh - Fokusmediaindonesia
LOMBOK TIMUR

Terkendala Pencairan Banper, 7 dari 13 Dapur MBG di Jerowaru Lombok Timur Lumpuh

×

Terkendala Pencairan Banper, 7 dari 13 Dapur MBG di Jerowaru Lombok Timur Lumpuh

Share this article

LOMBOK TIMUR | FMI – Program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di ujung selatan Lombok Timur tersendat. Sebanyak 7 dari 13 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Jerowaru dilaporkan berhenti beroperasi.

Lumpuhnya lebih dari separuh dapur MBG tersebut diduga kuat akibat terlambatnya pencairan anggaran dari pemerintah pusat.

Informasi penghentian operasional ini mencuat pada Kamis (15/10/2026). Kapok SPPG Kecamatan Jerowaru, Andri Sahria, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penghentian operasional tersebut.

Menurut Andri, 7 dapur yang berhenti beroperasi tersebut tidak tutup secara serentak pada hari Selasa lalu, melainkan bervariasi di sepanjang minggu ketiga bulan Oktober 2026.

“Per hari ini, 7 off dari 13 dapur yang opsional. Dikarenakan kendala top up Banper,” ujar Andri Sahria.

Banper yang dimaksud adalah Bantuan Pemerintah, skema pencairan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) kepada mitra SPPG untuk belanja bahan baku MBG.

Penghentian ini berdampak langsung pada ribuan penerima manfaat, yang terdiri dari siswa PAUD, SD, SMP, hingga ibu hamil dan menyusui di wilayah Kecamatan Jerowaru yang dikenal sebagai daerah dengan angka stunting cukup tinggi.

Terpisah, salah satu Kepala SPPG di Jerowaru yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, membenarkan bahwa dapurnya belum bisa beroperasi.

Ia mengaku pihaknya terkendala arus kas karena dana Banper belum masuk ke rekening yayasan, sementara bahan baku tidak bisa dihutangkan terus-menerus kepada supplier.

“Saat ini kami belum beroperasi dikarenakan terkendala pencairan anggaran. InsyaAllah jika anggaran sudah turun akan mulai beroperasi kembali,” katanya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *