LOMBOK TIMUR | FMI — Akademisi Universitas Gunung Rinjani (UGR) menyoroti viralnya video yang diduga menampilkan oknum anggota DPRD Lombok Timur Fraksi Perindo, YS bersama rekannya di area pantai dengan meja berisi makanan dan minuman beralkohol.
Menurut Dr. Karomi, itu bukan semata persoalan miras, melainkan etika sosial pejabat publik. Sebab etikanya berkaitan langsung dengan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.
“Yang kita persoalkan bukan soal mirasnya. Yang menjadi persoalan adalah etika sosialnya, karena dia pejabat publik yang sudah disumpah,” ujar Dr. Karomi, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, anggota legislatif memiliki tanggung jawab moral berbeda dengan masyarakat umum. Kehidupan pribadi pejabat publik memang perlu dihormati. Namun ketika perilaku itu terjadi di ruang publik dan menimbulkan sorotan, aspek kepatutan wajib jadi perhatian.
“Jangan sampai persoalan ini dipersempit menjadi persoalan minum atau tidak minum. Yang lebih penting adalah bagaimana seorang pejabat publik menjaga marwah dan kepercayaan masyarakat,” katanya.
Dr. Karomi mendorong YS diberi ruang klarifikasi agar informasi tidak berkembang sepihak. Ia menegaskan dugaan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai fakta sebelum ada bukti yang terverifikasi.
Etika pejabat publik, lanjutnya, berkaitan langsung dengan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif. “Wakil rakyat tidak hanya dituntut menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, tetapi juga menjaga sikap yang dapat dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.
Sebelumnya, sebuah video berdurasi singkat yang diunggah akun Instagram @yeyensafitri17 viral di media sosial beberapa hari terakhir. Dalam video tersebut terlihat sejumlah orang bersantai di area pantai dengan meja berisi makanan dan minuman beralkohol.
Kendati unggahan tersebut telah dihapus, video itu tetap menjadi sorotan publik. Terlebih Badan Kehormatan (BK) dan Ketua DPRD Lombok Timur dengan tegas menyatakan akan memanggil oknum anggota dewan YS dari Fraksi Perindo itu.***












