Dituding Sering Tolak Rujukan Puskesmas, Direktur RSUD Selong: Kalau Penuh, Kami Bilang Penuh - Fokusmediaindonesia
LOMBOK TIMUR

Dituding Sering Tolak Rujukan Puskesmas, Direktur RSUD Selong: Kalau Penuh, Kami Bilang Penuh

×

Dituding Sering Tolak Rujukan Puskesmas, Direktur RSUD Selong: Kalau Penuh, Kami Bilang Penuh

Share this article

LOMBOK TIMUR | FMI – Di tengah keluhan masyarakat soal rujukan puskesmas yang kerap ditolak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedjono Selong dengan alasan ruang inap penuh, Direktur Utama RSUD Selong, dr. Anjasmoro, akhirnya buka suara.

Ia menegaskan, pihaknya bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tidak pernah menolak pasien tanpa alasan yang jelas.

“Jika penuh kami katakan penuh, jika bisa masuk akan kami terima dari fasilitas kesehatan mana pun, baik puskesmas maupun klinik,” kata Anjasmoro saat ditemui wartawan usai rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Lombok Timur, Senin (12/10).

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya telah menggunakan Sistem Informasi Rujukan Terpadu (SISRUTE). Melalui sistem ini, fasilitas kesehatan dasar merujuk pasien ke rumah sakit dan penanganannya disesuaikan dengan sistem triase.

Sistem triase tersebut, kata dia, dibagi menjadi tiga jalur, yakni jalur hijau, kuning, dan merah, dengan prioritas utama pada jalur merah atau pasien gawat darurat.

Terkait pasien yang sudah berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD), ia menegaskan, pihak rumah sakit akan melakukan evaluasi kembali.

“Evaluasi itu untuk menentukan apakah pasien bisa dipulangkan, harus diobservasi, dipindahkan ke ruang perawatan intensif seperti ICU, atau harus dirujuk ke rumah sakit dengan tipe di atasnya,” ungkapnya.

Untuk kapasitas, ia memaparkan jumlah tempat tidur yang tersedia saat ini sebanyak 302 bed, sementara untuk IGD sendiri memiliki sekitar 22 bed.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait fasilitas dan alat kesehatan (alkes), ia menyatakan pemenuhan fasilitas dilakukan secara bertahap sesuai dengan master plan pengembangan rumah sakit yang telah disusun.

Selain isu pelayanan dan fasilitas, disinggung juga mengenai aspirasi tenaga kesehatan (nakes) terkait kesejahteraan. Terkait itu, Dirut RSUD Selong meminta agar persoalan tersebut dikomunikasikan secara langsung kepadanya untuk dicarikan solusi bersama.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Lombok Timur, M. Holdi mengatakan, jika pasien membutuhkan rujukan darurat dan memiliki diagnosis yang jelas dari dokter, pihak rumah sakit rujukan harus menerimanya. “Pihak rumah sakit juga perlu terus berbenah dalam melengkapi fasilitas ruangan dan tempat tidur,” sarannya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *