LOMBOK TIMUR | FMI – Kawasan Pantai Labuhan Haji yang selama ini dikeluhkan warga akhirnya ditertibkan. Satpol PP Lombok Timur bersama Forkopimcam Labuhan Haji dan Ketua Asosiasi Koperasi Terawang membongkar bilik-bilik tersembunyi, lapak remang-remang, serta bangunan liar yang menyalahi aturan, Selasa (22/9/2026).
Penertiban ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi dan dialog bersama pedagang pada Kamis (17/9/2026). Namun karena keresahan warga tak kunjung reda, tindakan tegas harus diambil.
Pantai adalah destinasi wisata keluarga, keberadaan bilik tertutup rapat yang remang-remang kerap disalahgunakan oknum untuk aktivitas negatif.
“Langkah ini lahir langsung dari bisikan keresahan masyarakat. Kawasan pantai kita adalah kebanggaan bersama, seharusnya hangat untuk keluarga, bukan tempat yang membiarkan aktivitas negatif tumbuh di balik bayang-bayang,” tegas petugas di lapangan.
Dua tujuan utama penertiban
Pertama, mengembalikan pantai yang aman untuk keluarga. Agar anak-anak, remaja, dan orang tua bisa melangkah tanpa waswas.
Kedua, menjaga keberkahan rezeki dan citra wisata. Peredaran minuman keras dan indikasi perbuatan terselubung tidak boleh merusak keindahan pantai dan mencoreng marwah daerah.
Pemerintah memastikan penertiban ini bukan untuk mematikan mata pencaharian pedagang. Melainkan untuk menata kembali agar kawasan pantai tertib, bersih, dan setiap rezeki yang dicari di sana bernilai halal dan berkah.
Warga pun diajak bergandengan tangan menjaga kebersihan, ketertiban, dan kehormatan kawasan Pantai Labuhan Haji.***













