Viral! Pengakuan Wanita di Medsos Seret Nama Kepsek SDN 1 Sepapan, Diduga Jadi Garda Depan Tutupi Skandal Guru PPPK - Fokusmediaindonesia
LOMBOK TIMUR

Viral! Pengakuan Wanita di Medsos Seret Nama Kepsek SDN 1 Sepapan, Diduga Jadi Garda Depan Tutupi Skandal Guru PPPK

×

Viral! Pengakuan Wanita di Medsos Seret Nama Kepsek SDN 1 Sepapan, Diduga Jadi Garda Depan Tutupi Skandal Guru PPPK

Share this article

LOMBOK TIMUR | FMI – Skandal yang menyeret oknum guru PPPK di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur kini merembet dan menyeret nama Kepala Sekolah SDN 1 Sepapan.

Seorang wanita berinisial T membuat pengakuan mengejutkan. Ia mengaku menjadi korban hubungan asmara dengan oknum guru berinisial A.M yang bertugas di sekolah tersebut.

T menegaskan tidak menyalahkan orang yang menyebutnya wanita gila karena memposting aibnya sendiri.

“Lebih baik saya dikatain wanita gila tapi saya jujur mengakui kesalahan saya daripada saya berpura-pura berakhlak baik,” ujar T dalam postingan media sosial facebook cayo cayo.

T menyinggung mantan pacarnya yang ia sebut bejat. Menurutnya, A.M sudah dipanggil Dinas untuk di-BAP dua kali namun tetap berbohong.

“Sudah dipanggil oleh pihak Dinas untuk di-BAP dua kali juga dia berbohong dan mengingkari bahwa dia tidak ada hubungan sama saya, padahal bukti sudah saya perlihatkan,” ungkapnya.

Tak hanya soal asmara, T juga mengaku dirugikan secara materi hingga sekitar Rp 20 juta dengan akad pinjam. Belum termasuk uang Rp 300 ribu, Rp 500 ribu, Rp 800 ribu yang dinikmati cuma-cuma.

Yang paling mengejutkan, T menyeret nama Kepala Sekolah SDN 1 Sepapan. Ia mengklaim memiliki bukti chat bahwa sang Kepsek sanggup membayarkan secara diam-diam dan menjadi garda terdepan untuk A.M.

“Padahal saya ada bukti jelas chat sama ibu kepala sekolah yang sanggup bayarkan secara diam-diam sanggup jadi garda terdepan untuk anak buahnya A.M, waktu itu saya cuma dikasih 10 juta saja,” jelasnya.

T mengaku heran kenapa A.M dibela habis-habisan padahal sudah jelas melakukan kesalahan.

Lebih jauh, T mengungkap pengakuan A.M kepadanya saat masih berhubungan baik, bahwa ATM milik Kepala Sekolah dipegang oleh A.M dan bisa ditarik bebas.

“Dia pernah ngomong ke saya kalau ATM ibu kepala sekolahnya dia yang pegang, dengan bangganya dia bercerita berapa-berapa saya mau tarik atau pakai uangnya tidak akan dimarahi,” beber T.

Ia pun mempertanyakan, apakah A.M adalah bendahara di SDN 1 Sepapan sehingga bebas mengambil uang.

Terkait isu dirinya meminta dinikahi satu jam, T membenarkan hal tersebut. Namun ia menjelaskan itu atas saran Kepala Lurah Jor sebagai bentuk pertanggungjawaban adat untuk membersihkan diri karena telah melakukan dosa.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah SDN 1 Sepapan belum memberikan konfirmasi terkait dugaan ikut menutupi kasus tersebut. Media ini sudah menghubungi yang bersangkutan melalui pesan online.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *